PEMBUATAN TEH Dari BUNGA SEPATU Dan ROSELLA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.
Istilah "teh" juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.
Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.
Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia[1]. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia.
Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofilin dan teobromin dalam jumlah sedikit.
Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan. Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (H­eung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.

1.2. Dasar Teori
Proses produksi teh terdiri atas dua tahap, yakni penguapan dan pengeringan. Terkadang teh putih juga difermentasi dengan sangat ringan. Tanpa adanya pelayuan, penggilingan dan fermentasi ini membuat penampilannya nyaris tak berubah. Proses pembuatan teh instan terdiri dari dua tahapan yaitu tahapan ekstraksi dan tahap penguapan dengan bahan pengisi tertentu. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara perendaman bubuk teh dalam air mendidih menggunakan alat batch slurry Proses penguapan dan pengeringan tidak membutuhkan suhu yang tidak terlalu tinggi, yaitu 50-70oC dengan tekanan udara 5-10 mmHg dalam alat vakum dan 191oC pada alat spray dryer.
Bahan pengisi adalah suatu bahan tambahan yang berfungsi untuk melapisi komponen flavor, meningkatkan jumlah total padatan, memperbesar volume, mempercepat pengeringan dan mencegah kerusakan akibat panas. Bahan pengisi yang dapat digunakan adalah gum arab dan pektin dengan batas maksimum penggunaan 500 mg/kg.

1.3. Profil bahan:
1.3.1. Bunga Sepatu

Nama ilmiah Bunga Sepatu adalah Hibiscus Rosa Sinensis L., termasuk kedalam keluarga kapas-kapasan ( Malvaceae ) dengan nama di daerah bermacam-macam antara lain sebagai berikut : Bunga raja (Sumatra ), Bunga Wera / bunga Rebhang ( Jawa ), Waribang ( Nusatenggara ), hua hualo ( Maluku ), Dioh / gerasa ( Irian ) sedangkan nama asingnya antara lain : Chinese Hibiscus, Chinarose, Rose de chine, Shoe Flower dan sebagainya.
Uraian tanaman :
Bunga Sepatu berupa perdu tegak, bercabang, tinggi bisa mencapai 1-4 meter, tempat tumbuh di daerah dataran rendah atau dataran tinggi / pegunungan. Bunga sepatu biasa ditanam dipekarangan rumah yang berfungsi sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman pagar. Daunnya tunggal, bertangkai, dengan letak berseling, sedangkan bentuk daun bulat telur, ujungnya meruncing, tepi bergerigi kasar, panjang daun 3,5 – 9,5 cm, lebar daun 2-6 cm, dengan daun penumpu berbentuk garis bunga tunggal keluar dari ketiak daun, warnanya bermacam-macam. Bunganya kalau dipetik dan ujungnya dihisap maka akan terasa manis. Biasanya dahulu saya sewaktu kecil dan anak-anak lainya sering melakukannya rasanya seperti madu.
Bagian yang berkhasiat dari Bunga Sepatu :
Daun dan Bunganya, baik yang masih segar atau yang telah dikeringkan. Kegunaannya, mempunyai efek farmakologis sebagai obat anti radang, anti viral, peluruh kencing, peluruh dahak, dan menormalkan siklus haid. Bunganya sering digunakan untuk pengobatan batuk, mimisan, disentri, infeksi saluran kencing dan haid tidak teratur. Daunnya juga digunakan untuk obat bisul, radang kulit, gondongan dan mimisan.

1.3.2. Rosella

Rosella, namanya tenar hampir di seluruh penjuru dunia. Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia. Rosella berasal dari Afrika. Sebut saja namanya Rosella. Tanaman bernama Latin Hibiscus sabdariffa ini sedang naik daun. Padahal sejatinya tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah. Darwin (76 tahun), salah satu pembudidaya Rosella juga mengenal tanaman ini sebagai tanaman yang berasal dari luar negeri. Menurut pengakuannya, saat pertama kali menanam Rosella dua tahun yang lalu, tanaman ini belum dikenal seperti sekarang. Dua macam Rosella yang saya miliki berasal dari pemberian seorang rekan yang baru pulang dari Taiwan, dan yang satunya lagi saya dapatkan dari menitip seseorang ketika ia pergi ke Sudan
Memang banyak orang memperlakukan Rosella sebagai pendatang baru dari Afrika, yang diyakini sebagai tempat asalnya. “Padahal tanaman ini sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia,” ujar Endah Lasmadiwati, herbalis sekaligus Ketua Abdi Pelestari Tanaman Obat Indonesia (APTOI) yang juga menanam Rosella di kebun percontohan tanaman obat miliknya, Taman Sringanis, Bogor.
Dulu kelopak Rosella dikenal sebagai frambozen yang digunakan sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Sekarang ini, kelopak Rosella dikenal sebagai bahan minuman dan disebut teh Rosella. Tanaman yang masih kerabat bunga sepatu ini banyak ditemukan sebagai tanaman pagar,” kata Endah.
Mungkin karena sulit melafalkan nama frambozen, orang Jawa Tengah menyebutnya merambos ijo. Di daerah Pagar Alam, Sumatera Selatan, Rosella disebut kesew jawe dan di daerah Muara Enim disebut asam rejang. Orang Padang menyebutnya asam jarot.


BAB II
LANGKAH KERJA

2.1. Langkah Kerja Pembuatan selai dari bunga rosella
A. Bahan Yang Digunakan :
1) Bunga sepatu (mahkota bunga)
2) Bunga rosella (mahkota bunga)

B. Alat Yang Digunakan :
1) Pisau
2) Nampan
3) Oven
4) Plastik Pengemas

C. Langkah-Langkah Pembuatan
1) Siapkan bunga sepatu
2) Dipotong mahkotanya per-kelopak
3) Disusun kelopak yang telah di potong pada nampan
4) Dimasukkan dalam oven
5) Di panggang dalam oven dengan suhu 70° C selama 1 jam
6) Keluarkan dari oven setelah 1 jam
7) Masukan kelopak hasil panggangan dalam plastik pengemas

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1. Hasil
1.1.1. Teh bunga sepatu

Sifat fisik ;
1. Warna merah muda-keungguan.
2. Struktur tipis dan rapuh
3. Berbau harum
4. Aroma teh seduh wangi

1.1.2. Teh bunga rosella

Sifat fisik :
1. Warna lebih kehitaman jika dibandingkan dengan produk dari bunga sepatu
2. Rasa lebih masam

1.2. Pembahasan
Dengan metode dan peralatan yang sederhana pembuatan teh dan selai dari bahan baku bunga sepatu dan rosella dapat dilakukan dengan mudah. Untuk rasa dapat ditambahkan zat aditif sesuai selera.


Bab IV
KESIMPULAN

Dengan metode dan peralatan yang sederhana pembuatan teh dan selai dari bahan baku bunga sepatu dan rosella dapat dilakukan dengan mudah. Untuk rasa dapat ditambahkan zat aditif sesuai selera.

Daftar Pustaka

Catatan Praktikum
Fotocopy praktikum Food Technology
http://teheqush.wordpress.com/2008/05/16/rosella/
http://myrosella.blogspot.com/2007/10/khasiat-bunga-rosella.html
http://engineering-system.blogspot.com/2009/12/peluang-pengembangan-minyak-melati.html
http://www.bi.go.id/sipuk/id/siabe/eksportir/teknologi_proses.asp?id=3&no=301&id_propinsi=14&id_pohon=ID&nama_propinsi=Riau

Post a Comment

Followers